Sabtu, 05 April 2014

BAHASA INGGRIS UNTUK PUSTAKAWAN


TINJAUAN MATA KULIAH
Saudara mahasiswa, memasuki era digital information, bentangan informasi yang tersaji di sekeliling kita cukup didominasi dengan bahasa internasional, yaitu bahasa Inggris. Sebagai tenaga pustakawan, kemampuan menggunakan bahasa Inggris dalam kegiatan kepustakaan sehari-hari semakin penting untuk dikuasai. Melalui Buku Materi Pokok Bahasa Inggris untuk Pustakawan ini, Anda akan memperoleh sajian materi yang memberikan kompetensi dasar bahasa Inggris yang dikaitkan dengan bidang kepustakaan lengkap dengan aplikasinya.
Dalam Buku Materi Pokok Bahasa Inggris untuk Pustakawan ini, Anda akan mempelajari  modul dengan urutan pembahasan sebagai berikut. Modul 1 mengulas tentang subjek dan predikat dalam kalimat. Pada Modul 2 dibahas materi tentang adjective. Selanjutnya, pada Modul 3 Anda akan mempelajari bagaimana membuat kalimat sederhana, kalimat majemuk, dan kalimat kompleks. Modul 4 mengulas tentang tenses. Pada Modul 6 diulas materi tentang passive voice. Akhirnya, pada Modul 7, Modul 8, dan Modul 9, Anda akan diajak untuk mengaplikasikan kemampuan berbahasa Inggris pada lingkup perpustakaan melalui pembahasan tentang Greeting and Farewell, Introduction, Asking and Giving advice and opinion, Modal Auxiliariea,serta Gerund and preposition.
Setiap modul dalam Buku Materi Pokok ini terdiri atas 2 Kegiatan Belajar (KB) untuk mendefinisikan pokok bahasan secara lengkap dan rinci. Dalam setiap kegiatan belajar disajikan penjelasan yang memudahkan Anda untuk belajar secara mandiri dengan memahami materi disertai dengan soal-soal latihan, Tes Formatif dan Kunci Jawaban. Akhirnya, kami berharap semoga buku ini bias menjadi bekal bagi Anda untuk memahami bahasa Inggris lingkup bidang perpustakaan. Selamat Belajar !

MODUL 1 : SUBJECT AND VERB
Pendahuluan
Dalam Modul 1 ini Anda akan mempelajari bacaan (reading text) mengenai sejarah singkat buku dan perpustakaan, bahwa munculnya perpustakaan berkaitan erat dengan kemunculan bentuk-bentuk tulisan sebagai hasil rekam manusia yang ditransmisikan dalam bahasa dan diperlukan media sebagai penyimpan informasi yaitu buku dan perpustakaan. Setelah mempelajari sejarah singkat mengenai buku dan perpustakaan, Anda akan mempelajari apa sesungguhnya perpustakaan dan bagaimana fungsi-fungsi perpustakaan secara umum serta mengetahui dan mendapat gambaran bagaimana idealnya perpustakaan pada masa mendatang.

Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan dapat memahami bacaan teks tentang “A brief history of books and libraries”, “what is library”, “the functions of libraries” and “the libraries in the future”. Di samping memahami bacaan atau teks dalam bahasa Inggris melalui pemahaman arti dan penguasaan kosakata, Anda juga diharapkan mampu mengenali subjek dan kata kerja yang terdapat dalam kalimat, mengenal bentuk-bentuk subjek dan kata kerja, serta kesesuaian-kesesuaian yang harus dipahami antara subjek dan kata kerja dalam kalimat. Pengecualian-pengecualian dalam struktur bahasa Inggris juga harus dipahami, khususnya dalam memahami antara subjek dan kata kerja dalam suatu kalimat.

Setelah mempelajari setiap kegiatan belajar dalam modul ini, Anda diharapkan mampu :

1.      Memahami setiap paragraf dari teks bacaan dan memahami pokok pikiran dari keseluruhan teks bacaan.
2.      Menerjemahkan teks bacaan ke dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3.      Menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai teks bacaan.
4.      Memahami dan menganalisis subjek serta bentuk-bentuk subjek dalam kalimat.
5.      Memahami dan menganalisis kata kerja dan bentuk-bentuk kata kerja (verb) dalam kalimat.
6.      Memahami kesesuaian antara subjek dan kata kerja (subject-verb agreement)

Kegiatan Belajar 1 ;
Subject
Rangkuman


Setiap kalimat harus mempunyai subjek (pelaku) dan kata kerja (verb). Subjek adalah orang atau benda yang melakukan aktivitas atau kegiatan. Subjek biasanya ditempatkan sebelum kata kerja, walaupun kadang-kadang subjek dapat juga ditempatkan setelah kata kerja atau predikat. Suatu kalimat yang tidak memiliki subjek (pelaku) dan kata kerja (verb) tidak dianggap sebagai kalimat, tetapi hanya merupakan bagian dari kalimat (fragment). Fragment (bagian kalimat) diartikan sebagai penggalan kalimat atau bagian dari suatu kalimat.
Di dalam struktur bahasa Inggris, ada beberapa kesesuaian-kesesuaian yang berkaitan dengan pemahaman terhadap subjek yang perlu kita ketahui. Kesesuaian antara subjek dan kata kerja tersebut disebut subject-verb agreement. Misalnya suatu hal yang prinsip di dalam struktur bahasa Inggris, jika subjek suatu kalimat berbentuk tunggal (singular) maka kata kerja di dalam kalimat tersebut juga harus dalam bentuk tunggal, sebaliknya apabila subjek suatu kalimat tersebut jamak (plural), maka kata kerja di dalam kalimat tersebut juga harus dalam bentuk jamak (plural).
Tes Formatif 1

Kegiatan Belajar 2;
Verb
Rangkuman

Kata kerja (verb) merupakan bagian yang penting dalam suatu kalimat. Kata kerja adalah kata yang memberitahukan sesuatu tentang subjek. Kata kerja ada yang menyatakan suatu aktivitas / kegiatan / action, misalnya : give, eat, walk, dan ada juga kata kerja yang menyatakan kepemilikan (possession), seperti : (have, own). Selain itu, ada juga kata kerja yang hanya menyatakan suatu pernyataan tertentu atau memberitahu tentang sesuatu. Kata kerja semacam ini biasanya menggunakan kata kerja to be (am, is, are, was, atau were). Kata kerja dapat berupa kata kerja tunggal (single verb) dan kata kerja majemuk (compound verb). Bentuk-bentuk kata kerja seperti kata kerja linking verbs, kata kerja bantu, dan juga kata kerja transitif dan intransitif akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kata kerja (verb).
Tes Formatif 2

MODUL 2 : ADJECTIVE
Pendahuluan
Kegiatan Belajar 1;
Types of Adjective
Rangkuman


Adjectives atau kata sifat adalah suatu kata yang diikuti oleh kata benda yang digunakan untuk menambahkan makna terhadap kata benda tersebut. Adjectives dimaksudkan untuk lebih memperjelas makna kata yang menyertainya. Adjectives dalam kalimat dapat menjelaskan kata benda (nouns), kata ganti (pronoun) dan (linking verbs).
Kata sifat dapat dikategorikan dalam beberapa jenis, seperti kata sifat yang menyatakan kualitas, kuantitas, jumlah, dan sebagainya. Pengelompokan kata sifat ini dimaksudkan agar kita dapat lebih mengenali dan mengetahui bentuk-bentuk kata sifat dalam suatu kalimat. Dalam menyusun kalimat dengan menggunakan lebih dari satu atau beberapa kata sifat (adjectives), maka perlu diperhatikan tata urutan kata sifat pada suatu kalimat (adjectives order).
Tes Formatif 1

Kegiatan Belajar 2;
The Difference between Adjective and Adverb
Rangkuman


Adverbs adalah kata yang menerangkan atau menjelaskan makna kata kerja (verbs), kata sifat (adjectives) dan kata keterangan yang lain (other adverbs).

Penempatan-penempatan kata keterangan tersebut didasarkan kepada fungsi-fungsi adverbs tersebut di dalam suatu kalimat.
Ada beberapa jenis adverbs atau kata keterangan yang perlu kita ketahui, antara lain: adverbs of manner, adverbs of place, adverbs of time dan sebagainya yang berguna untuk mengenali bentuk-bentuk kata keterangan yang kita temukan dalam suatu kalimat. Beberapa bentuk kata keterangan (adverbs) tertentu, misalnya kata keterangan yang tidak beraturan (irregular adverbs) perlu lebih dikenali agar dapat membedakannya dengan kata keterangan (regular adverbs), karena regular adverbs merupakan kata keterangan yang lebih mudah dikenali karena pembentukannya hanya menambahkan akhiran “ly” pada akhir katanya.
Tes Formatif 2

MODUL 3 : SIMPLE SENTENCE, COMPOUND SENTENCE, AND COMPLEX SENTENCE
Pendahuluan
Kegiatan Belajar 1;
Simple Sentence
Rangkuman


Kalimat adalah sekelompok kata yang membentuk makna yang sempurna. Dengan kata lain kalimat adalah sekelompok kata yang menyatakan pemikiran yang lengkap (a complete thought).

Suatu kalimat sekurang-kurangnya harus terdiri atas dua bagian, yaitu subjek; pelaku yang menjelaskan kepada kita siapa yang sedang melakukan sesuatu, dan yang kedua adalah predikat yang memberitahu tentang sesuatu mengenai subjek.
Kalimat sederhana adalah kalimat yang mempunyai satu subjek sederhana dan satu predikat sederhana atau keduanya merupakan subjek dan kata kerja majemuk.
Tes Formatif 1

Kegiatan Belajar 2;
Compound Sentence and Complex Sentence
Rangkuman


Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua atau lebih kalimat sederhana atau kalimat yang berisi dua atau lebih independent clause yang dihubungkan dengan kata penghubung.

Kata penghubung yang dapat digunakan untuk menghubungkan kalimat sederhana menjadi kalimat majemuk adalah: and, but, or, dan lain sebagainya.
Kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri dari satu kalimat induk (independent clause / main clause) dan satu atau lebih anak kalimat (dependent clause or subordinat clause) yang dihubungkan dengan kata penghubung subordinasi (subordinating conjunction).
Tes Formatif 2

MODUL 4 : NOUN
Pendahuluan
Kegiatan Belajar 1;
Types of Nouns
Rangkuman

Kata benda (nouns) adalah kata-kata yang digunakan untuk menamakan orang, tempat, kata benda lainnya maupun kata benda abstrak. Di dalam kalimat, kata benda dapat berfungsi sebagai subjek maupun objek dari kata kerja. Kata benda dapat digolongkan berdasarkan jenis dan maknanya antara lain; common nouns, proper nouns, concrete nouns, dan abstract nouns. Kata benda juga dapat digolongkan berdasarkan gender (masculine dan feminine). Di samping itu, ada juga kata benda yang disebut dengan kata benda majemuk (compound noun) dan kata benda kolektif (collective noun).
Tes Formatif 1

Kegiatan Belajar 2;
Singular and Plural Nouns
Rangkuman


Kata benda (nouns) jika dilihat berdasarkan jumlahnya (number) dapat dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu kata benda tunggal (singular nouns) dan kata benda jamak (plural nouns). Pembentukan kata benda-kata benda ini ada yang beraturan (regular) dan ada juga yang tidak beraturan (irregular). Pembentukan kata benda jamak yang beraturan (regular) dapat dilakukan dengan menambahkan suffix (akhiran) seperti, “s”, “es”, maupun diakhir kata bendanya. Untuk kata benda tunggal (singular noun) yang berakhiran dengan “s”, “sh”, “ch” atau “x”, “y”, “f”, dan “fe” maka pembentukan kata jamaknya mengikuti peraturan tata bahasa Inggris yang berlaku secara umum.
Pembentukan kata benda jamak yang tidak beraturan (irregular plural nouns) juga mengikuti tata bahasa yang sudah berlaku, seperti merubah huruf hidup (vowel) yang berada di tengah kata, maupun menambahkan suffix “en” di akhir kata bendanya.
Tes Formatif

MODUL 5 : TENSES
Pendahuluan
Kegiatan Belajar 1;
Simple Present Tense, Simple Continous Tense, Simple Future Tense, and Simple Perfect Tense
Rangkuman


Tenses adalah bentuk-bentuk kata kerja (verb forms) yang menunjukkan waktu (that show a time). Tenses dapat berubah kata kerjanya berdasarkan waktu kejadian. Tenses dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :

1.      Bentuk Present (yang menunjukkan bentuk sekarang / saat ini).
2.      Bentuk Past (yang menunjukkan masa lampau / masa lalu).
3.      Bentuk Future (yang menunjukkan masa yang akan datang).
Present tense merupakan kejadian atau aktivitas yang dilakukan pada saat sekarang, past tense merupakan kejadian yang dilakukan pada masa lampau sedangkan future tense merupakan suatu kejadian yang dilakukan pada masa yang akan datang.
Tes Formatif 1

Kegiatan Belajar 2;
Past Tense dan Past Perfect Tense
Rangkuman


Bentuk kata kerja (tenses) past tense dan past perfect tense adalah suatu kejadian yang sama-sama terjadi pada masa lampau, hanya saja past perfect merupakan kejadian masa lampau yang lebih dahulu terjadi dibandingkan dengan kejadian masa lampau yang lain. Past perfect karenanya sering disebutkan sebagai kejadian yang terjadi pada masa yang lebih lampau dari masa lampau (past in the past).
Sedangkan past tense merupakan suatu kejadian yang terjadi pada waktu tertentu pada masa lampau.
Tes Formatif 2

MODUL 6 : PASSIVE VOICE
Pendahuluan
Kegiatan Belajar 1;
Passive Voice 1: Simple Present Tense, Simple Present Continous Tense, and Simple Future Tense
Rangkuman


Kalimat pasif adalah kalimat yang bentuk kata kerjanya merupakan sesuatu yang dikerjakan untuk seseorang atau dikerjakan oleh seorang pelaku atau subjek (High School English Grammar : 1974). Objek dari kata kerja transitive di dalam kalimat aktif menjadi subjek kata kerja di dalam kalimat pasif (Wren & Martin : 92).

Kata kerja transitive adalah kata kerja yang dapat diikuti oleh objek atau kata kerja yang membutuhkan objek. (Betty Schramper, 1992; 120). Kalimat pasif dalam pembentukannya dapat atau tidak dapat diikuti oleh “by phrase” (by + subject) pelaku di dalam kalimat yang berfungsi sebagai objek dalam kalimat pasif.
Kita dapat menggunakan “by phrase” jika kita anggap orang yang melakukan kegiatan tersebut penting dan perlu diketahui. Tetapi jika kita menganggap pelaku kalimat tersebut tidak penting, kita boleh saja tidak menggunakan kata by phrase.
Perubahan kalimat aktif menjadi kalimat pasif didasari oleh pola kalimat di dalam struktur bahasa Inggris berdasarkan bentuk tenses.
Tes Formatif 1

Kegiatan Belajar 2;
Passive Voice 2: Simple Past Tense, Simple Past Continuous Tense. And Simple Past Perfect
Rangkuman

Kalimat pasif dapat dibentuk berdasarkan bentuk tenses past tense, past continuous tense, dan past perfect. Di samping itu kalimat pasif juga dapat dibentuk dengan menggunakan modal aixiliaries (kata bantu modal) seperti can, may, might, should, must, ought to, had better, dan bentuk modal lainnya. Pembentukan kalimat pasif dengan menggunakan modal auxiliaries (kata bantu modal) mengikuti pola dan rumus pembentukan kalimat pasif.
Tes Formatif 2

MODUL 7 : GREETING AND FAREWELL, INTRODUCTION, ASKING AND GIVING ADVICE AND OPINION
Pendahuluan
Kegiatan Belajar 1:
Greeting and Farewell
Latihan
Rangkuman


Dalam bahasa Inggris, ungkapan sapaan disebut dengan greeting sedangkan ungkapan mengakhiri pembicaraan disebut farewell. Greeting dan farewell dalam suatu percakapan atau komunikasi, sesungguhnya diperlukan untuk membangun hubungan sosial dengan orang lain dan semua bahasa mempunyai bentuk dan pola tertentu yang mereka gunakan ketika mereka menyapa dan mengakhiri pembicaraan dengan orang lain.
Greeting dan farewell dapat diungkapkan secara formal maupun informal tergantung dari situasi dan konteks percakapan yang dimaksudkan.
Tes Formatif 1

Kegiatan Belajar 2 :
Introduction, Asking and Giving Advice and Opinion
Latihan
Rangkuman


Introducing people atau introducing others adalah percakapan yang dimaksudkan untuk mengenalkan seseorang kepada orang lain. Ada beberapa ungkapan yang dapat digunakan dalam mengawali pembicaraan ketika kita memperkenalkan seseorang kepada orang lain, antara lain, “please allow me to introduce you to …”, have you met (Mr / Mrs) …?” atau “I would like you to meet (Mr / Mrs) …”.
Perlu diperhatikan situasi-situasi yang melatarbelakangi percakapan. Jika percakapan dimaksudkan untuk lebih menghormati seseorang dikarenakan alasan tertentu, maka kita dapat menggunakan ungkapan-ungkapan yang lebih formal, seperti “please allow me to introduce”, atau ungkapan lainnya. Jika percakapan dimaksudkan pada situasi yang tidak formal (informal), ungkapan yang dapat digunakan adalah “have you met (Mr / Mrs) …”, sebaliknya jika percakapan dimaksudkan pada situasi yang netral (tidak formal dan juga tidak informal), maka dapat menggunakan ungkapan seperti “I’d like you to meet (Mr / Mrs) …”. Introducing self dimaksudkan untuk mengenalkan diri sendiri kepada orang lain. Ungkapan dalam percakapan ini antara lain langsung menyebutkan nama diri (nama pertama), seperti “I’m Sissel”, “My name is Danish”, atau dengan ungkapan lain seperti “My friends call me Ucha”. Identifying people adalah suatu percakapan yang dimaksudkan untuk mengenali seseorang lebih jauh, misalnya melalui identifikasi pekerjaan. Mengidentifikasi seseorang dapat dilakukan dengan menggunakan ungkapan “This is …” dan kemudian menyebutkan profesi pekerjaan yang dimaksud. Giving opinion adalah percakapan yang dimaksudkan meminta pendapat orang lain atau menyatakan pendapat sendiri tentang suatu hal atau suatu topik dan dalam percakapan ini ada ungkapan-ungkapan tertentu yang dapat digunakan.
Tes Formatif 2

MODUL 8 : MODAL AUXILIARIES
Pendahuluan
Kegiatan Belajar 1 :
Asking Direction and Get a Place
Latihan
Rangkuman




1.      Dalam percakapan bahasa Inggris, terdapat ungkapan-ungkapan yang sering digunakan untuk mengajukan pertanyaan dan cara memberikan jawaban tentang arah atau lokasi suatu tempat, yaitu antara lain :
a.       Where is (the) …?
b.      How do you get to (the) …(from here) ?
c.       How do I get to (the) …?
d.      Can you tell me how to get to (the) …?
e.       Can you give me directions to (the) …?
f.       What’s the best way to get to (the) …?
Sedangkan kata-kata yang digunakan untuk menjawabnya antara lain adalah sebagai berikut : go along, next to, turn right/left, opposite, for from, go straight, crossroad, go straight down, dan close/near to.
2.      Percakapan ungkapan permohonan izin atau asking permission menggunakan modal auxiliaries can, could, dan may. Could dan may digunakan dalam situasi yang lebih formal, dan menunjukkan kesopanan yang tinggi dibandingkan dengan menggunakan can.
Untuk menjawab permohonan izin tersebut menggunakan kata frasa seperti sure, no problem, go ahead.
  
Tes Formatif 1

Kegiatan Belajar 2 :
Asking Someone to Do Things, Asking Suggestion / Asking Advice, and Expressing Needs or Obligations
Rangkuman



Could, would, dan will adalah modal auxiliaries (kata bantu modal) yang dapat digunakan dalam meminta bantuan kepada orang lain atau memohon izin kepada orang lain. Would dan could digunakan untuk meminta bantuan kepada orang lain secara halus dan merupakan bentuk permohonan yang sopan (polite request), dan dalam penerapannya dianggap sebagai ungkapan yang lebih sopan daripada “will”.

Dalam mengungkapkan permohonan yang lebih halus kita juga dapat menambahkan kata “mind” dan “please” setelah kata bantu “would, could dan will”. “Should” dan “ought to” dapat digunakan dalam memberikan saran atau nasihat kepada orang lain, sedangkan untuk menyatakan suatu “keharusan” dan “kewajiban”, kata bantu modal (modal auxiliaries) yang dapat digunakan adalah “must, have to dan have got to.”
 
Tes Formatif 2

MODUL 9 : GERUND AND PREPOSITION
Pendahuluan
Kegiatan Belajar 1 :
Gerund
Latihan
Rangkuman



Gerund adalah bentuk kata kerja yang berakhiran dengan –ing seperti blowing, opening, dan having, sedangkan infinitive adalah bentuk kata kerja yang mengikuti to seperti to blow, to open, dan to have.

Gerund memiliki beberapa fungsi, yaitu :
1.      Subjek kalimat
Reading is my hobby
2.      Objek kalimat
John enjoys playing football
3.      Pelengkap / compliment
My habit is reading
4.      Objek preposisi
Thanks for coming here
 
Tes Formatif 1

Kegiatan Belajar 2 :
Preposition
Latihan
Rangkuman



Selain mempunyai fungsi sebagai subjek, objek, dan complement dalam suatu kalimat, gerund juga dapat berfungsi sebagai objek preposisi (kata depan), misalnya : I am sorry for being late to return your books.

Gerund juga digunakan setelah kata sifat (adjective) yang disertai dengan preposisi (adjective-preposition combination), misalnya : I’m responsible for checking out the book, dan kata kerja berfrase (phrasal verbs) atau disebut juga kata kerja berpreposisi (verb-preposition combination), misalnya : I plan on going home for Lebaran.
 
Tes Formatif 2

Sumber :
Ulfah Andayani, M.Hum ; 2011 ; Materi Pokok Bahasa Inggris Untuk Pustakawan; 1 – 9; PUST 2228 / 3 sks / . Cet. 1 ; Ed. 1 ; Jakarta ; Universitas Terbuka

2 komentar: